Postingan

Keajaiban Cinta-NYA

Gambar
Cinta dalam diam? Apa hanya ada dalam dongeng? Dalam kisah-kisah yang diceritakan ibunda menjelang tidur? Tidak. Sungguh tidak. Lima tahun lepas waktu masih aktif liqo' , seorang murobbiku di Jombang pernah bercerita tentang kisah cinta yang paling romantis. Kisah cinta siapakah gerangan? Romeo-Juliet? Rose & Jack dalam film Titanic itu? Oh bukan. Mungkin benar kisah cinta mereka abadi sehidup semati. Tapi, ada kisah cinta lain yang lebih indah, abadi sehidup sesurga. Adalah Ali bin Abi Thalib, sahabat Rasulullah SAW yang diam-diam terpesona pada pribadi Fatimah Az-Zahra putri sang Nabi. Setiap hari Ali menyaksikan sendiri, betapa paras rupawan Fatimah sungguh berbanding lurus dengan akhlaqnya. Gesit dan tangkas mengerjakan pekerjaan rumah, penyayang, lemah lembut, dan sangat menghormati ayahnya, Muhammad SAW. Semakin hari perasaan Ali semakin tumbuh. Disimpannya dalam diam getar-getar cinta yang menggelora di dada. Hanya kepada-NYA Ali mengadukan segala rasa yang ada. Hingga ...

Wajahmu Dalam Bingkai Doaku

    Subuh itu... Hawa dingin pekat menusuk tulang. Bergetar. Menggigil. Sakit? Tidak!!! Hatinya jauh lebih sakit. Dipeluknya erat gadis kesayangan. Hingga sesak menyeruak di dada.   Roda empat berplat S membawa sang gadis pergi. Tangannya yang melambai. Matanya yang membasah. Bibirnya yang sibuk merapal doa. Terekam jelas dari balik jendela Avanza.   Dua jam perjalanan. Berteman butiran bening di ujung mata. Sayu yang tak henti mengikuti. Bayang-bayang mereka yang ditinggalkan terus mengintai. Menyisakan pedih yang tak terbaca indera.   Dua jam berlalu. Roda empat itu menurunkan sang gadis. Memaksanya melangkah menuju garbarata. Selanjutnya... Burung besi menerbangkan tubuh mungilnya. Mengudara... Pada ketinggian 32 ribu kaki. Satu persatu wajah mereka melintasi. Nihil. Yang ada hanya putih. kanan kiri, awan menari.   Dua jam terlewati (lagi) Sang gadis mendarat di negeri antah beran...

What is Javamed?

Gambar
Javamed? Sebuah kata yang cukup asing ditelinga bukan? Okey, jangan cari di kamus manapun ya kawan, karena kemungkinan besar kalian tidak akan menemukan makna kata ini. Javamed adalah akronim yang kami ciptakan sendiri. Berasal dari dua gabungan kata, Java (jawa)  dan med (Medan). Ya, Javamed adalah nama kelompok persahabatan saya dan teman-teman sesama perantau disini. Dari kepanjangannya tentu sudah bisa ditebak dong jika anggota Javamed berasal dari suku Jawa dan Medan. Padahal yang dari Medan cuma satu orang, Hihi 😊. Eh jangan salah, orang medan satu ini cukup pandai bahasa Jawa lho. Karena setiap hari mendengarkan kami berkomunikasi dengan bahasa Jawa. Sayang dia tak pernah mengajarkan kami bahasa Batak. Huft gak adil banget kan 😕 Sebenarnya dulu anggota Javamed ada 8 orang. Mbak Yanti, mbak Erna, Nur, Wati, dan Dewi dari Jawa Tengah. Aku dan mbak Ana dari Jawa timur. Dan hanya ada satu orang dari Medan yaitu Kak Sari. Tapi sekarang hanya tinggal 6 orang, karena mbak Erna...

Jalan-Jalan ke Pasar Malam? Mengapa Tidak?

Gambar
"Deasy petang nanti kita jalan-jalan ke pasar malam ya". Dulu, kali pertama menginjakkan kaki di Melaka, ketika mendengar ajakan temanku itu otakku langsung membayangkan wahana permainan seperti bianglala, komidi putar, kereta kelinci, odong-odong dan sejenisnya. Tapi sesampainya di tempat tujuan, yang ada di hadapanku adalah hamparan pedagang yang berbaris rapi sepanjang jalan. Dengan lampu-lampu kuning keemasan menyala, yang tergantung di atas dagangan mereka. Dengan iringan suara khas para pedagang yang berteriak-teriak menawarkan dagangan. " 3 barang sepuluh ringggit, 3 barang sepuluh ringgit" "coconut shake 2 ringgit, singgahlah" "mari-mari apam balik, panas-panas" Ya, begitulah suasana pasar malam di Malaysia. Saya termasuk orang yang menganggap spesial momen pasar malam ini. Tiap kali pergi ke pasar malam rasanya seperti mendapat hiburan menarik setelah bosan dan penat seharian bekerja. Pasar malam juga bisa dianggap sebagai pasar rakya...

Perpisahan : Kehilangan atau Kenangan ?

Gambar
Experience is the best teacher . Ya, benar sekali, pengalaman adalah guru terbaik dalam hidup. Setiap detik perjalanan hidup yang telah kita lalui selalu memberikan pelajaran berharga bagi orang-orang yang mau memikirkannya. Tantangan ODOP minggu ini adalah tentang pengalaman paling berkesan dalam hidup. Hemh, susah juga sebenarnya kalau saya harus disuruh memilih pengalaman mana yang paling berkesan dalam hidup. Karena semua peristiwa dalam hidup saya selalu berkesan. Setidaknya selalu ada hikmah yang patut diambil sebagai pelajaran, atau kisah-kisah yang menarik untuk dikenang. Tapi tugas tetaplah tugas, harus coba menulis dulu sebelum menyebutkan kata 'susah'. (Hihihi optimis mode on 😊)  Dari kecil saya adalah orang yang takut 'sendiri'. Walaupun sampai saat ini masih sendiri (jiahaha malah pamer kejombloan 😜) Maksudnya saya suka kebersamaan, dan paling anti dengan kata perpisahan. Tapi, Tuhan menciptakan kehidupan di dunia ini serba lengkap. Saling berpasang-pa...

Otodidak, Seni Mengutak-atik Otak

Teman-teman pernah nyoba buat kue brownies? Itu lho Cake coklat yang digemari oleh semua kalangan. Ada satu teman yang bercerita sama saya bahwa dia dulu suka nyoba buat kue brownies. “kayaknya emang harus nyoba buat sendiri nih, kalau beli gak puas, 10 ringgit cuma dapat segini saja.” katanya sambil menunjukkan segenggam tangannya. Maka, mulailah ia mencoba, browsing resep dan cara-caranya di google, membeli bahan, dan peralatan, dan jadilah kue brownies pertamanya. Apakah rasanya sama seperti kue brownies yang biasa dijual di bakery kesukaannya ? Tidak ! Apakah ia sedih ? Tentu sebagai manusia kan. Lalu, apakah ia menyerah ? Tidak ! Kawan saya tadi terus mencoba lagi dan lagi. Browsing video cara pembuatan brownies di You Tube. Melihatnya berkali-kali, Mencobanya berkali-kali. Fokus, ya itu kuncinya. Saat libur kerja, saat sebaian besar teman-teman memilih untuk jalan-jalan, shopping , atau tidur lebih lama (ha, yang ini aku banget kalau lagi liburan 😄), ia memilih untuk fokus be...

Bajrangi Bhaijaan : Ketika Ketulusan Meruntuhkan Keegoisan

Gambar
Dataran pegunungan kashmir yang indah, deretan pohon yang menghijau di sekitar desa Sultanpur, serta beberapa ekor biri-biri yang lucu, adalah hal-hal indah yang mewarnai masa kecil Shahida (Harshaali Malhotra). Pakistan, ya di negara berpenduduk mayoritas muslim inilah gadis kecil itu dilahirkan. Diasuh oleh ayah ibu yang baik, membuat hidupnya semakin bahagia. Hingga datanglah musibah itu. Suatu petang menjelang maghrib ia hampir terjatuh ke jurang, beruntung takdir masih menginginkannya hidup. Shahida hanya tersangkut di sebuah pohon paling ujung. Benar-benar di tepi jurang. Tapi ada perubahan besar yang terjadi di hidupnya. Mendadak bisu. Ya, mulutnya tak mampu bersuara barang sepatah kata pun. Mengetahui kondisi itu, ayah dan ibunya sangat bersedih. Mereka berusaha mati-matian agar Shahida bisa sembuh dari kebisuannya. Hingga suatu saat datanglah seorang Ulama' yang menasihati agar Shahida dibawa ke sebuah tempat suci di India. Konon katanya di tempat itu, semua doa-doa a...