Masihkah KAU Sudi Menerima ?
Mata yang kian jauh dari membaca kalamMU. Langkah kaki yang semakin jauh dari rumahMU. Mulut yang rutin mengghibah, caci, dan fitnah. Telinga yang lebih nyaman mendengar gosip di layar kaca. Wahai tangan ? Kapan kali terakhir engkau kuajak bersedekah ? Wahai perut ? Kapan kali terakhir engkau berpuasa ? Adzan yang sering terabai. Subuh yang sering terlewat. Dhuhur yang selalu sibuk urusan kerja. Ashar yang sering macet diperjalanan. Maghrib yang sudah menjelang isya'. Saat Isya' tiba, aku pura-pura penat. Hingga Malaikat Atid benar-benar penat mencatat. Sedang Malaikat Roqib masih setia menanti. "Ah mungkin sepertiga malam nanti, tahajjud masih ada" Begitu bisik Sang Roqib. Ya, tahajjud memang masih ada. Tapi usia tak selalu tersedia. Terbelenggu kesibukan dunia. Terbuai kenikmatan sementara. Hingga bayang - bayang Izrail muncul di depan mata. Semakin mendekat. Menawarkan sebuah takdir bernama kematian. Mulutku membisu. Seluruh Tubuh...